8 Cafe terdekat di Depok yang Instagrammable dan Populer

Diperbarui: July 30, 2026

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juli 2024 dan diperbarui pada July 2026 dengan informasi terbaru.

Kalau kamu lagi cari cafe terdekat di Depok yang Instagrammable dan populer, kabar baiknya: Depok sekarang sudah punya banyak pilihan yang nggak kalah sama Jakarta. Dari rooftop lantai 25 dengan view kota, sampai spot boho ala beach club Bali yang somehow muncul di tengah permukiman warga, scene kopi Depok berkembang cepat dalam beberapa tahun terakhir. Berikut delapan cafe yang data dan ulasannya paling solid dari hasil riset, lengkap dengan harga dan jam buka per July 2026.

#NamaYang Bikin SpesialCocok UntukKisaran Harga
1Kopi Nako DepokIndustrial minimalis dengan dinding kaca, teduh karena pepohonanNongkrong sore sampai malam, foto-fotoDi bawah Rp50.000
2Tamelo Atap CoffeeRooftop lantai 25, konsep “coffee in the air”Sunset hunter, pasanganDi bawah Rp50.000
3Temu KamuDesain boho tropis, atap daun kelapa keringBudget ketat, pencari vibes Bali tanpa naik pesawatMulai Rp20.000-an
4Walking Drums MargondaBuka pagi, menu lengkap dari pasta sampai makanan Timur TengahWFC pagi hari, makan siangBeragam, konfirmasi langsung
5JJ Cafe SawanganRooftop menghadap lapangan latihan berkudaPencari pengalaman unik, keluargaKonfirmasi langsung
6Bale Bamboo Cafe and RestoMaterial bambu, pencahayaan temaram, ornamen BaliMakan malam romantis, foto portraitKonfirmasi langsung
7Omah Kopi 78Bangunan kayu, kolam ikan, suasana kampung di tengah kotaSolo nongkrong santai, pekerja remoteKonfirmasi langsung
8Dadi’s Coffee GardenTaman industrialis, menu croffle yang banyak dibicarakanBrunch, pencari menu unikKonfirmasi langsung

8 Cafe Terdekat di Depok yang Instagrammable dan Populer

1. Kopi Nako Depok

Sore hari di Margonda, ketika panas mulai turun tapi macet belum reda, Kopi Nako jadi pilihan masuk akal. Pohon-pohon yang tumbuh di area semi outdoor-nya cukup rindang untuk bikin suhu terasa beberapa derajat lebih dingin dari jalanan di depannya, dan itu bukan kesan yang berlebihan.

Konsepnya industrial minimalis dengan penggunaan material kaca yang besar, sehingga cahaya masuk tapi kamu tetap terlindungi dari terik langsung. Dinding kaca itu juga yang sering jadi latar foto, terutama saat cahaya sore masuk dari satu sisi dan menciptakan bayangan panjang di lantai. Menu unggulannya adalah Es Kopi Nako, Es Kopi Se-trong, dan Es Kopi Nako Duren. Buat yang nggak terlalu suka kopi pekat, varian Duren bisa jadi pilihan yang lebih smooth tanpa kehilangan karakter kopinya. Pengunjung dari berbagai ulasan konsisten menyebut tempat ini sebagai salah satu yang paling ramai di kawasan Margonda, terutama di jam sore hingga malam.

Datang agak lebih awal dari jam pulang kerja kalau mau dapat tempat duduk outdoor yang dekat pohon.

Suasana kopi nako depok, salah satu cafe terdekat di Depok yang Instagrammable dan populer dengan konsep semi outdoor dan dinding kaca
Kopi Nako Depok, teduh di tengah keramaian MargondaFoto: santinocoffee.co.id
  • Alamat: 📍Jalan Margonda, Depok
  • Jam Buka: 24 Jam, setiap hari (ramai sore hingga malam hari)
  • Kisaran Harga: Di bawah Rp50.000 per orang
  • Yang Wajib Dicoba: Es Kopi Nako, Es Kopi Se-trong, Es Kopi Nako Duren

2. Tamelo Atap Coffee

Lantai 25. Kalimat itu cukup untuk menjelaskan kenapa spot ini beda dari kebanyakan cafe di Depok.

Tamelo Atap Coffee berada di Apartemen Taman Melati Margonda 2, dan konsep “coffee in the air” yang mereka tawarkan bukan sekadar tagline. View kota Depok dari ketinggian itu cukup dramatis, terutama di sore hari ketika langit mulai berubah warna sebelum matahari turun. Area outdoor di lantai ini jadi yang paling diburu, terutama oleh pengunjung yang datang khusus untuk jam sunset. Yang menarik, harganya disebutkan ramah di kantong, rata-rata di bawah Rp50.000 per orang, jadi pengalaman rooftop yang biasanya identik dengan harga premium di sini terasa lebih terjangkau.

Kalau kamu ingin tempat untuk ngobrol panjang sambil lihat kota dari atas tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, ini salah satu opsi paling konkret di Depok saat ini. Untuk yang mau foto sunset, datang sekitar 30 menit sebelum matahari terbenam supaya bisa pilih posisi duduk yang menghadap ke arah yang tepat.

 

View kota Depok dari rooftop Tamelo Atap Coffee di lantai 25 Apartemen Taman Melati Margonda
Tamelo Atap Coffee, rooftop terjangkau dengan pemandangan kota DepokFoto: infomase.id
  • Alamat: 📍Lantai 25, Apartemen Taman Melati Margonda 2, Depok
  • Jam Buka: Senin–Kamis 10.00–22.00 WIB, Jumat–Minggu 10.00–00.00 WIB (area outdoor populer di sore hari)
  • Kisaran Harga: Rata-rata di bawah Rp50.000 per orang
  • Yang Wajib Dicoba: Menu minuman andalan (konfirmasi langsung untuk varian terkini)

3. Temu Kamu

Ada sesuatu yang agak ganjil tapi menyenangkan dari Temu Kamu: kamu masuk ke sebuah spot di Depok dan tiba-tiba merasa seperti sedang di beach club yang entah bagaimana berhasil pindah ke daratan, jauh dari laut mana pun.

Desainnya memang sengaja mengambil referensi gaya boho tropis ala Bali. Dinding, kursi kayu, dan atap dari daun pohon kelapa kering dipadukan jadi satu tampilan yang cukup konsisten. Kalau kamu pernah lihat konten beach club di media sosial dan berpikir “kapan ya bisa ke sana”, Temu Kamu adalah jawaban yang lebih dekat dan jauh lebih murah. Harganya mulai dari Rp20.000-an, menjadikannya salah satu pilihan paling ramah di dompet di antara cafe-cafe bergaya estetik di Depok. Ini juga yang bikin tempatnya cukup diminati, terutama oleh pengunjung yang mau foto bagus tanpa harus keluar budget besar.

Cafe dengan konsep serupa di Jabodetabek biasanya mematok harga dua sampai tiga kali lipat untuk ambiance yang sebanding. Temu Kamu mengisi celah itu dengan cukup baik. Kalau kamu sedang mengeksplor cafe hits bergaya tropis di kota-kota lain, referensi estetiknya tidak jauh berbeda dari yang kamu temukan di Jogja.

 

Interior Temu Kamu Depok dengan desain boho tropis, kursi kayu, dan atap daun kelapa kering
Temu Kamu, vibes beach club Bali yang somehow muncul di DepokFoto: temukamu.id/cibubur/

4. Walking Drums Margonda

Buka mulai pukul 07.00 pagi. Itu sendiri sudah langka untuk ukuran cafe bergaya di kawasan Margonda.

Walking Drums punya kombinasi yang jarang: area indoor dan outdoor dengan tampilan yang cukup diperhatikan secara desain, ditambah menu yang rentangnya lebar. Dari kuliner Indonesia, pasta, pizza, sampai makanan Timur Tengah ada di sini dalam satu tempat. Malamnya, area outdoor disebutkan jadi yang paling hidup. Ini juga berarti tempat ini bisa jadi pilihan yang fleksibel, baik untuk sarapan kerja pagi-pagi, makan siang, atau nongkrong malam setelah jam kantor.

Untuk kamu yang kerja dari cafe dan butuh tempat yang buka sejak pagi dengan suasana yang nggak sumpek, Walking Drums masuk akal dijadikan opsi utama di kawasan Margonda.

 

Area outdoor Walking Drums Margonda Depok pada malam hari dengan pencahayaan hangat
Walking Drums Margonda, dari sarapan sampai nongkrong malamFoto: walkingdrums.id
  • Alamat: 📍Jalan Margonda, Depok
  • Jam Buka: 07.00–23.00 WIB, täglich
  • Kisaran Harga: Beragam sesuai menu, konfirmasi langsung
  • Yang Wajib Dicoba: Menu pasta, pizza, atau hidangan Timur Tengah

5. JJ Cafe Sawangan

Di antara semua cafe di list ini, JJ Cafe punya konsep yang paling sulit ditiru. Lokasinya berada dalam satu kawasan dengan House Riding School di Sawangan, dan rooftop-nya menghadap langsung ke lapangan latihan berkuda.

Artinya, sambil pesan kopi dan duduk di atas, kamu bisa lihat aktivitas berkuda berlangsung di bawah. Bukan pemandangan yang kamu ekspektasikan dari sebuah cafe di pinggiran Depok, dan justru itu yang membuatnya menarik. Pengalaman ini cukup unik untuk dijadikan tujuan khusus, bukan sekadar tempat mampir. Buat yang datang dengan keluarga, kombinasi antara tontonan berkuda dan tempat duduk rooftop yang nyaman bisa jadi nilai tambah tersendiri dibanding cafe biasa.

 

Rooftop JJ Cafe Sawangan Depok dengan pemandangan lapangan latihan berkuda di bawahnya
JJ Cafe Sawangan, nongkrong sambil lihat kuda latihan di bawahFoto: radardepok.com

6. Bale Bamboo Cafe and Resto

Pencahayaan temaram, material bambu di mana-mana, dan ornamen bergaya Bali. Bale Bamboo cukup serius soal konsepnya.

Ini bukan sekedar menempelkan beberapa elemen bambu sebagai dekorasi. Dari data yang tersedia, material bambu dan ornamen Bali digunakan secara konsisten di berbagai sudut tempat ini, menghasilkan suasana yang lebih gelap dan intim dibanding cafe-cafe bergaya industrial yang banyak bertebaran. Kombinasi itu bikin Bale Bamboo jadi pilihan yang berbeda untuk makan malam atau ngobrol panjang di malam hari, ketika pencahayaan temaram justru jadi kekuatan, bukan kekurangan. Untuk foto portrait atau konten dengan mood yang lebih gelap dan dramatis, sudut-sudut cafe ini bisa jadi latar yang nggak pasaran.

 

Interior Bale Bamboo Cafe and Resto Depok dengan material bambu dan pencahayaan temaram bergaya Bali
Bale Bamboo, suasana malam yang intim dengan material bambu autentikFoto: urbanjabar.com
  • Alamat: 📍Jalan Baru No. 100, Depok
  • Jam Buka: 10.00–22.00 WIB
  • Kisaran Harga: Konfirmasi langsung
  • Yang Wajib Dicoba: Hidangan andalan (konfirmasi menu terkini langsung ke tempat)

7. Omah Kopi 78

Nama “Omah” dalam bahasa Jawa berarti rumah. Dan Omah Kopi 78 memang terasa seperti itu.

Bangunan kayu, tanaman rindang di berbagai sudut, dan kolam ikan jadi elemen utama yang membentuk suasana tempat ini. Ini bukan cafe yang berdandan paling kencang untuk difoto, tapi ada ketenangan yang terasa waktu kamu duduk di sana, sesuatu yang agak susah dicari di kawasan yang semakin padat. Buat yang kerja dari cafe atau butuh tempat buat fokus tanpa banyak stimulus visual yang berisik, Omah Kopi 78 bisa jadi tempat yang lebih nyaman dari opsi-opsi bergaya industrial. Jam bukanya Selasa sampai Minggu, pukul 10.00 sampai 22.00.

 

Suasana homey Omah Kopi 78 Depok dengan bangunan kayu, tanaman rindang, dan kolam ikan
Omah Kopi 78, tenang dan homey di tengah keramaian DepokFoto: radardepok.com

8. Dadi’s Coffee Garden

Croffle-nya yang banyak dibicarakan pengunjung jadi daya tarik tersendiri di luar konsep industrialis minimalis berlatar taman yang jadi identitas visual Dadi’s Coffee Garden.

Kombinasi antara tampilan yang bersih secara desain dan menu yang ada twist-nya ini bikin Dadi’s jadi pilihan yang solid untuk brunch atau sesi foto makanan. Taman di belakang atau sisi cafenya menambahkan elemen hijau yang kontras dengan desain industrial, dan kontras itu yang biasanya jadi latar favorit pengunjung. Untuk menu, croffle-nya layak dicoba lebih dulu sebelum pesan yang lain.

Kalau kamu penasaran gimana scene cafe di kota-kota lain berkembang dengan pola serupa, cafe hits di Malang juga punya beberapa spot dengan perpaduan industrial dan taman yang menarik untuk dijadikan perbandingan.

 

Area taman Dadi’s Coffee Garden Depok dengan desain industrialis minimalis dan elemen hijau
Dadi’s Coffee Garden, taman dan industrial yang kontrasnya pasFoto: radardepok.com

Tips Biar Nggak Nyesel Nongkrong di Cafe Depok

Pertama, untuk cafe-cafe di kawasan Margonda seperti Kopi Nako dan Walking Drums, hindari datang antara pukul 17.00 sampai 19.00 di hari kerja. Kemacetan Margonda di jam itu nyata, dan kalau kamu bermaksud mampir sebentar sebelum pulang, “sebentar” bisa jadi dua jam karena macet mau keluar kawasannya.

Kedua, beberapa cafe di list ini tidak menyediakan informasi harga yang mudah ditemukan secara online. Kebiasaan yang berguna: WhatsApp dulu sebelum berangkat, tanyakan apakah ada minimum order di malam hari atau weekend. Beberapa tempat bergaya di Depok menerapkan ini tapi tidak mengumumkannya di depan.

Ketiga, Tamelo Atap Coffee di lantai 25 membutuhkan akses lift apartemen. Pastikan kamu tahu cara masuk ke gedung Taman Melati Margonda 2 sebelum berangkat, karena sistem akses apartemen kadang membingungkan kalau baru pertama kali. Konfirmasi langsung ke tempat soal prosedur masuknya.

Soal pilihan cafe di Jakarta yang berdekatan, beberapa spot di sana juga bisa jadi referensi tambahan kalau kamu mau eksplorasi lebih jauh dari Depok.


Pertanyaan yang Sering Ditanya

Berapa kisaran harga di cafe terdekat di Depok yang Instagrammable dan populer?

Harga bervariasi tergantung cafenya. Temu Kamu mulai dari Rp20.000-an, sementara Kopi Nako dan Tamelo Atap Coffee rata-rata di bawah Rp50.000 per orang. Untuk cafe lain di list ini seperti Bale Bamboo, Dadi’s Coffee Garden, dan JJ Cafe Sawangan, sebaiknya konfirmasi langsung karena informasi harga terkini belum tersedia secara konsisten dari sumber yang ada per July 2026.

Jam berapa waktu terbaik untuk mengunjungi cafe rooftop di Depok seperti Tamelo Atap Coffee?

Area outdoor Tamelo Atap Coffee paling ramai dan paling bagus secara visual di sore hari, sekitar 30 menit sebelum matahari terbenam. Datang terlalu malam berarti kamu kehilangan pemandangan kota saat masih ada cahaya langit, yang jadi daya tarik utamanya.

Apakah cafe-cafe di Depok ini cocok untuk kerja dari cafe (WFC)?

Walking Drums Margonda buka sejak pukul 07.00 pagi dan punya area indoor yang cocok untuk kerja. Omah Kopi 78 dengan suasana tenangnya juga banyak digunakan untuk nongkrong santai yang panjang. Untuk WFC yang lebih nyaman, konfirmasi ketersediaan WiFi dan colokan listrik langsung sebelum datang karena tidak semua tempat mengumumkan info ini secara online.

Apa yang membuat scene cafe di Depok berbeda dari Jakarta?

Depok punya kombinasi yang menarik: harga yang umumnya lebih terjangkau dengan konsep yang tidak kalah kreatif, mulai dari rooftop lantai 25 sampai spot berkuda. Menurut perkembangan kuliner di kawasan Jabodetabek, Depok memang mulai dikenal sebagai salah satu kota penyangga dengan pertumbuhan tempat nongkrong yang cukup pesat.


Depok terus berkembang sebagai kota penyangga yang punya karakter sendiri, bukan cuma tempat transit ke Jakarta. Delapan cafe di atas baru sebagian dari yang ada. Kalau kamu sudah pernah ke beberapa dan mau cari variasi lebih jauh, pantau terus daftar rekomendasi di jalanjalanyuk.co.id karena scene kuliner Depok bergerak cukup cepat dan tempat-tempat baru terus bermunculan.