Rumah Pohon Tersembunyi di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Kalau kamu lagi cari penginapan yang bukan sekadar tempat tidur — yang beneran bikin kamu ngerasa kayak hidup di dunia lain — rumah pohon adalah jawabannya. Indonesia punya banyak pilihan rumah pohon yang tersebar dari Jawa, Bali, sampai Sumatera, dengan rentang harga mulai Rp400 ribuan sampai jutaan per malam. Ada yang minimalis dan back-to-nature, ada yang sudah dilengkapi AC dan sarapan. Daftarnya ada di bawah, lengkap dengan harga terbaru per July 2026 dan tips yang nggak bakal kamu temuin di tempat lain.

#NamaYang Bikin SpesialKisaran Harga
1Omah Kayu, BatuKabut pagi di ketinggian 1.340 mdplRp400.000 – Rp500.000/malam
2Rumah Pohon Taman Safari, BogorJembatan gantung + suara satwa malamRp1.800.000 – Rp2.200.000/malam
3Rumah Pohon Leo, Mekarsari5 treehouse + fasilitas BBQ keluargaRp770.000 – Rp990.000/malam
4Magical Treehouse, UbudSawah + air terjun pribadi di BaliHubungi langsung
5Rumah Pohon Nusa PenidaBalkon dengan view laut langsungMulai Rp400.000/malam
6Green Village Bamboo House, BaliArsitektur bambu premium kelas duniaRp4.670.000 – Rp11.420.000/malam
7Rumah Pohon Taman Dayu, PasuruanKawasan resort dengan udara PandaanSekitar Rp450.000/malam
8Rumah Pohon Abdul, Ngarai SianokView ngarai Sumatera Barat yang dramatisHubungi langsung
9Rumah Pohon Taman Buru, BandungUltra-natural, tanpa listrik, kapasitas 6-8 orangRp450.000 – Rp550.000/kelompok
10Rumah Pohon Molenteng, Nusa PenidaSpot foto ikonik di tebing pantaiRp75.000/orang (foto)

10 Rumah Pohon Terbaik di Indonesia


1. Omah Kayu — Batu, Malang

Satu hal yang selalu disebut orang setelah menginap di sini: kabutnya. Bukan sekadar angin sepoi atau udara sejuk biasa — tapi kabut yang beneran masuk sampai ke teras, bikin kamu ngerasa kayak lagi di adegan film fantasy. Di ketinggian 1.340 mdpl, Omah Kayu di lereng Gunung Panderman adalah salah satu rumah pohon paling sering direkomendasikan traveler Jawa Timur — dan setelah lihat sendiri, kamu bakal ngerti kenapa.

Ada 6 unit yang tersedia, mulai dari tipe Mini yang cozy buat dua orang sampai unit yang lebih luas. Paginya, kamu bisa duduk di teras sambil pegang kopi dan lihat kabut bergulung perlahan di antara pohon-pohon pinus. Nggak ada TV, nggak ada kebisingan kota. Cuma suara angin dan sesekali suara burung. Itu yang bikin orang balik lagi ke sini, padahal udah berkali-kali.

Omah Kayu paling dikenal karena pemandangan kabut paginya yang hampir selalu ada, terutama antara bulan April sampai September. Kalau beruntung, kamu bisa lihat matahari terbit dari celah awan tepat dari tempat tidurmu.

Pesan jauh-jauh hari — unit Mini paling cepat penuh karena harganya paling terjangkau. Weekday jauh lebih sepi dan lebih murah.

Omah Kayu di Batu Malang dikelilingi kabut pagi dan pohon pinus
Kabut pagi di Omah Kayu — ini yang bikin orang susah move on

  • Alamat: Jl. Oro-Oro Ombo No.9, Sidomulyo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 12.00 (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: @omahkayu.batu
  • Kisaran Harga: Rp400.000 (weekday) – Rp500.000 (weekend) per malam, tipe Mini (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Duduk di teras saat subuh, sarapan dengan view alam, trekking ringan ke Coban Rais

2. Rumah Pohon Taman Safari Indonesia — Cisarua, Bogor

Bayangin tidur sambil denger suara singa dari kejauhan. Bukan dari YouTube — tapi beneran, karena kamu lagi menginap di dalam kawasan Taman Safari. Ini bukan lebay. Ini memang yang bikin rumah pohon di sini beda dari semua yang lain.

Lokasinya di Cisarua, Bogor, dan fasilitas yang ditawarkan cukup premium untuk sebuah treehouse: dua double bed, kamar mandi dalam, televisi, dan yang paling ikonik — area api unggun di malam hari. Ada juga jembatan gantung yang jadi spot foto paling populer di sini. Harganya memang lebih tinggi dibanding rata-rata rumah pohon Indonesia, tapi kamu dapat akses ke Taman Safari sekalian. Lumayan buat efisiensi budget liburan.

Rumah pohon di Taman Safari paling dikenal karena pengalaman menginap di dalam kawasan safari yang nggak bisa kamu temuin di tempat lain di Jawa Barat. Combine-nya jadi liburan keluarga yang beda banget dari biasanya.

Kalau bawa anak kecil, ini pilihan terbaik — mereka bakal nggak bosen-bosen karena ada aktivitas seharian di taman sebelum balik ke treehouse malam harinya.

Rumah pohon di Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor dengan jembatan gantung di sekelilingnya
Menginap sambil denger suara satwa — ini baru liburan

  • Alamat: Jl. Raya Puncak No.601, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 11.00 (per July 2026)
  • Telepon: (0251) 8253106
  • Website/Instagram: tamansafari.com
  • Kisaran Harga: Rp1.800.000 (weekday) – Rp2.200.000 (weekend) per malam (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Api unggun malam hari, jembatan gantung, safari pagi sebelum ramai

3. Rumah Pohon Leo — Taman Buah Mekarsari, Bogor

Mayoritas treehouse di Indonesia dibikin buat dua orang. Rumah Pohon Leo di Mekarsari sepertinya tau bahwa nggak semua orang liburan berdua — dan itu yang bikin konsepnya segar.

Ada 5 unit treehouse di sini, dan yang paling menarik adalah fasilitas BBQ-nya. Bayangin: malam hari di atas pohon, langit terbuka, asap barbekyu mengepul, dan orang-orang yang kamu sayang ada di sekeliling. Ada juga area dining khusus yang terpisah dari unit tidur, jadi suasananya nggak sumpek. Harga weekday di angka Rp770.000 dan weekend naik ke Rp990.000 — masih terhitung reasonable untuk fasilitas selengkap ini.

Rumah pohon Leo paling dikenal karena cocok banget buat group trip atau liburan keluarga, bukan cuma couple getaway. Fasilitas memasaknya yang ada di beberapa unit jadi nilai tambah yang jarang ditemuin di treehouse lain.

Kalau mau BBQ, konfirmasi dulu ke pengelola saat booking — peralatan barbeku perlu disiapkan dari awal.

Rumah pohon Leo di Taman Buah Mekarsari Bogor dengan area BBQ dan teras kayu di antara pohon buah
Lima unit treehouse yang siap bikin group trip makin berkesan

  • Alamat: Taman Buah Mekarsari, Jl. Raya Cileungsi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 12.00 (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: @mekarsari_official
  • Kisaran Harga: Rp770.000 (weekday) – Rp990.000 (weekend) per malam (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: BBQ malam hari, jalan-jalan di kebun buah pagi hari, sarapan di teras

4. Magical Treehouse — Ubud, Bali

Ada satu hal yang belum banyak orang tau tentang tempat ini: air terjun pribadinya. Bukan air terjun besar yang ramai pengunjung — tapi air terjun kecil yang literally cuma bisa diakses oleh tamu yang menginap di sini. Di Ubud yang sudah penuh dengan akomodasi instagramable, detail kayak gini yang bikin Magical Treehouse masih punya tempat tersendiri.

Lokasinya di Jalan Raya Pengosekan, dengan pemandangan persawahan yang khas Ubud. Pagi hari, kamu bisa lihat sawah hijau berlapis-lapis dari ketinggian sambil denger suara air dari bawah. Beda banget dengan resort biasa di Bali yang lebih fokus ke kolam renang dan infinity pool. Ini lebih raw, lebih dalam, lebih berasa Bali yang sesungguhnya.

Magical Treehouse paling dikenal karena kombinasi sawah, treehouse, dan air terjun pribadi yang hampir nggak ada duanya di kawasan Ubud. Tamu yang pernah menginap hampir selalu bilang satu malam nggak cukup.

Hubungi langsung untuk cek ketersediaan karena unit sangat terbatas — dan sering penuh jauh sebelum tanggal yang kamu incar.

Magical Treehouse di Ubud Bali dengan pemandangan sawah hijau berlapis dan air terjun kecil di latar belakang
Sawah, treehouse, dan air terjun pribadi — combo yang susah dilupain

  • Alamat: Jl. Raya Pengosekan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 11.00 (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: Hubungi via Airbnb atau Booking.com
  • Kisaran Harga: Hubungi langsung untuk harga terbaru (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Air terjun pribadi pagi hari, sunrise dari teras, cycling di sekitar sawah Pengosekan

5. Rumah Pohon Nusa Penida — Nusa Penida, Bali

Bali nggak habis-habis kejutannya. Di Nusa Penida — pulau yang sudah terkenal dengan tebing-tebing dramatis dan air birunya — ada rumah pohon dengan balkon yang langsung menghadap laut. Bukan view kolam renang, bukan view jalan raya. Langsung laut.

Yang bikin tempat ini menarik bukan cuma pemandangannya, tapi juga pengelolanya yang sering disebut tamu sangat membantu — termasuk bantu urus rental motor untuk eksplorasi pulau. Di Nusa Penida yang aksesnya masih perlu effort, punya host yang aktif bantu beneran ngerubah kualitas perjalanan. Ada WiFi gratis, kamar mandi bersama untuk beberapa unit, dan lokasi yang cukup dekat ke kawasan Kuta Nusa Penida. Harga mulai di angka yang sangat bersahabat untuk standar Bali.

Rumah pohon di Nusa Penida paling dikenal karena view lautnya yang diakses langsung dari balkon, plus paket menginap yang sudah termasuk sarapan dan makan malam di beberapa unit. Auto nagih.

Konfirmasi soal kamar mandi — ada unit dengan kamar mandi dalam dan ada yang sharing. Kalau privacy penting buat kamu, tanyakan dulu sebelum booking.

Rumah pohon di Nusa Penida Bali dengan balkon menghadap laut biru dan tebing khas Nusa Penida
Bangun tidur, buka pintu, langsung laut — ini bukan mimpi

  • Alamat: Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali (dekat Kuta Nusa Penida)
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 11.00 (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: Tersedia di Booking.com dan Hostelworld
  • Kisaran Harga: Mulai Rp400.000/malam (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Sarapan di balkon dengan view laut, rental motor ke Kelingking Beach, snorkeling di sekitar pulau

6. Green Village Bamboo House — Bali

Ini bukan treehouse untuk anak muda yang cari budget stay. Dan itu nggak masalah — karena Green Village bermain di level yang berbeda sama sekali.

Kalau kamu pernah lihat foto-foto rumah bambu mewah yang viral di Pinterest atau Instagram — ada kemungkinan besar itu dari Green Village. Properti ini sudah masuk berbagai list arsitektur berkelanjutan terbaik dunia, dan setiap unit didesain sebagai karya arsitektur bambu yang serius. Lokasinya di Bali, dengan lingkungan yang tenang dan hijau, jauh dari keramaian turis. Harganya memang mulai dari Rp4,67 juta sampai Rp11,42 juta per malam — tapi untuk sesuatu yang beneran kelas dunia, angka itu masuk akal.

Green Village paling dikenal karena menjadi benchmark desain arsitektur bambu dunia, sekaligus membuktikan bahwa rumah pohon bisa setara dengan resort mewah manapun. Setiap sudutnya adalah foto — tapi bukan karena dibuat-buat, melainkan karena memang didesain dengan sangat serius.

Cocok banget buat anniversary, bulan madu, atau momen yang memang layak dapat pengalaman terbaik.

Green Village Bamboo House di Bali dengan arsitektur bambu premium berlantai tinggi di tengah alam hijau
Ketika treehouse naik kelas jadi karya arsitektur dunia

  • Alamat: Jl. Raya Sayan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 12.00 (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: greenvillagebali.com
  • Kisaran Harga: Rp4.670.000 – Rp11.420.000 per malam (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Architecture tour di kawasan Green Village, yoga pagi, makan malam di restoran on-site

7. Rumah Pohon Taman Dayu — Pandaan, Pasuruan

Taman Dayu bukan nama baru di dunia golf dan resort Jawa Timur. Tapi banyak orang nggak tau bahwa di dalam kawasannya ada treehouse yang tersembunyi dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding resort-resort di sekitarnya.

Lokasinya di Pandaan, Pasuruan — kota kecil yang sering dilewati begitu saja orang yang perjalanan dari Surabaya ke Malang. Padahal, udara di sini sudah lumayan sejuk karena berada di kaki Gunung Welirang. Fasilitasnya cukup standar tapi layak, dan yang menarik adalah nuansa resort-nya yang masih terjaga — kamu nggak ngerasa menginap di tempat yang murahan, padahal harganya sekitar Rp450.000 per malam. Untuk ukuran kawasan resort, itu sangat masuk akal.

Rumah pohon Taman Dayu paling dikenal sebagai hidden gem buat traveler yang lewat jalur Surabaya-Malang dan nggak mau penginapan biasa. Itu yang bikin tempat ini sering jadi pilihan road tripper Jawa Timur.

Kalau kamu lagi road trip Surabaya-Malang, ini jauh lebih menarik daripada hotel transit di pinggir jalan.

Rumah pohon di kawasan Taman Dayu Pandaan Pasuruan dengan latar hijau pegunungan Jawa Timur
Hidden gem di jalur Surabaya-Malang yang sering terlewat

  • Alamat: Jl. Raya Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur
  • Jam Buka: Check-in 14.00, Check-out 12.00 (per July 2026)
  • Telepon: (0343) 631111
  • Website/Instagram: tamandayu.com
  • Kisaran Harga: Sekitar Rp450.000 per malam (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Jalan pagi di kawasan resort, sarapan dengan view gunung, day trip ke Malang atau Bromo dari sini

8. Rumah Pohon Abdul — Ngarai Sianok, Agam, Sumatera Barat

Dari semua rumah pohon di Indonesia, mungkin yang satu ini punya latar paling dramatis. Ngarai Sianok adalah jurang alam sepanjang sekitar 15 kilometer di Sumatera Barat — dinding tebing yang curam, sungai kecil di bawah, dan hutan lebat di sepanjang tepiannya. Dan di tepi ngarai itulah Rumah Pohon Abdul berdiri, sudah sejak 2016.

Tempat ini punya dua mode: siang hari ramai pengunjung yang sekadar datang untuk foto dan menikmati kopi, malam hari sunyi dengan suara alam yang bikin kamu nyadar betapa jarang kamu punya waktu setenang ini. Popularitasnya di bulan Ramadan cukup tinggi karena jadi spot ngabuburit favorit warga lokal — itu artinya tempatnya punya karakter yang genuine, bukan semata-mata dibuat buat turis.

Rumah pohon Abdul paling dikenal karena view Ngarai Sianok yang langsung, dari ketinggian, tanpa halangan. Kalau Sumatera Barat masuk bucket list kamu, tempat ini wajib ada di itinerary.

Datang sore hari untuk golden hour — cahaya sore di Ngarai Sianok adalah sesuatu yang susah dijelaskan dengan kata-kata.

Rumah Pohon Abdul di tepi Ngarai Sianok Agam Sumatera Barat dengan view jurang dan hutan lebat
Ngarai Sianok dari ketinggian — ini yang bikin Sumatera Barat beda

  • Alamat: Ngarai Sianok, Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
  • Jam Buka: Buka setiap hari, bisa untuk menginap dan kunjungan harian (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: —
  • Kisaran Harga: Hubungi langsung untuk tarif menginap terbaru (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Ngopi sore sambil lihat ngarai, trekking turun ke dasar ngarai, kunjungan ke Koto Gadang

9. Rumah Pohon Taman Buru Cicalengka — Bandung

Sebagian orang pergi ke rumah pohon untuk istirahat dari kerja. Tapi ada juga yang pergi justru untuk rasain ketidaknyamanan yang disengaja — dan itu bukan hal yang aneh. Rumah pohon di Taman Buru Cicalengka ini memang didesain bukan untuk yang mau manja.

Tidak ada listrik. Tidak ada tempat tidur seperti biasanya. Kamu perlu bawa sleeping bag dan sumber cahaya sendiri. Kapasitasnya 6-8 orang per unit dengan harga Rp450.000 sampai Rp550.000 — jadi hitung per kepala, ini salah satu yang paling ekonomis. Tapi yang kamu dapat bukan kemewahan — yang kamu dapat adalah pengalaman yang beneran bikin kamu disconnect. Total. Dan kadang, itu yang paling mahal nilainya.

Rumah pohon ini paling dikenal karena konsep ultra-natural yang beneran memaksa kamu jauh dari gadget dan kenyamanan modern. Satu malam di sini biasanya cukup untuk reset pikiran yang sudah terlalu lama overload.

Datang dalam grup — pengalaman ini jauh lebih seru kalau dinikmati bareng teman-teman yang siap dengan adventure ringan.

Rumah pohon sederhana tanpa listrik di Taman Buru Cicalengka Bandung dikelilingi hutan yang rimbun
No electricity, no bed — just pure nature. Siap?

  • Alamat: Taman Buru Masigit Kareumbi, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
  • Jam Buka: Reservasi diperlukan, hubungi pengelola untuk jadwal (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: —
  • Kisaran Harga: Rp450.000 – Rp550.000 per unit/malam untuk 6-8 orang (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Stargazing tanpa polusi cahaya, trekking dalam kawasan taman buru, api unggun malam hari

10. Rumah Pohon Molenteng — Nusa Penida, Bali

Ini yang paling kontroversial di daftar. Bukan karena tempatnya jelek — justru sebaliknya. Tapi karena kebijakan barunya yang cukup ramai diperdebatkan di kalangan traveler Indonesia.

Rumah pohon di tebing Nusa Penida ini adalah salah satu spot foto paling dikenal dari pulau itu. Posisinya yang berada di atas tebing dengan laut biru di bawahnya sudah ngehits sejak beberapa tahun lalu. Masalahnya: sekarang kamu perlu bayar Rp75.000 per orang hanya untuk foto di sana, dan antriannya bisa lebih dari satu jam. Banyak traveler yang kecewa dengan kebijakan ini. Tapi ada juga yang bilang pemandangannya tetap worth it — dan kalau kamu sudah jauh-jauh ke Nusa Penida, spot ini sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Rumah pohon Molenteng paling dikenal sebagai spot foto ikonik di tebing Nusa Penida yang sudah jadi semacam landmark nggak resmi pulau itu. Kontroversinya justru bikin tempat ini makin sering diperbincangkan.

Datang paling lambat jam 7 pagi untuk hindari antrian panjang — setelah jam 10, antriannya bisa bikin frustrasi.

Rumah pohon Molenteng di tebing Nusa Penida Bali dengan pemandangan laut biru dan tebing kapur yang dramatis
Kontroversial atau tidak, view-nya tetap nggak bisa dipungkiri

  • Alamat: Desa Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali
  • Jam Buka: Setiap hari, mulai pagi hari (per July 2026)
  • Telepon: —
  • Website/Instagram: —
  • Kisaran Harga: Rp75.000 per orang untuk akses foto (per July 2026)
  • Yang Wajib Dicoba: Foto pagi hari sebelum ramai, kombinasikan dengan kunjungan ke Diamond Beach di dekatnya

Tips Biar Nggak Nyesel

Booking weekday kalau bisa. Hampir semua rumah pohon di Indonesia punya selisih harga weekday-weekend yang cukup signifikan — bisa hemat Rp100.000 sampai Rp400.000 per malam hanya dengan geser jadwal ke tengah minggu. Sepinya juga jauh lebih terasa.

Konfirmasi fasilitas sebelum datang. Beberapa treehouse punya kebijakan yang nggak selalu tercantum di platform booking —