Ini 9 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba!

Diperbarui: July 16, 2026

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada September 2024 dan diperbarui pada July 2026 dengan informasi terbaru.

Kalau kamu lagi planning trip ke Tasikmalaya atau sekadar lewat dari arah Bandung menuju Pangandaran, jangan sampai pulang tanpa nyobain ini 9 makanan khas Tasikmalaya yang wajib dicoba. Kota yang satu ini punya identitas kuliner yang kuat banget — beda dari tetangganya di Priangan, dan beberapa menu di sini susah kamu temukan versi autentiknya di tempat lain. Pantai-pantai di Tasikmalaya memang hits, tapi jujur, pengalaman kulinerannya yang bikin orang balik lagi dan lagi.

#NamaYang Bikin SpesialKisaran Harga
1Nasi Tutug OncomNasi panas diaduk oncom bakar berbumbu, aroma smoky khasRp10.000/porsi
2Nasi CikurNasi kencur dengan aroma rempah hangat, alternatif bagi yang nggak suka oncomRp5.000–Rp11.000/porsi
3Kupat Tahu MangunrejaResep keluarga sejak 1955, kuah kacang pekat dengan kecap dan cabai rawit hijauRp15.000–Rp20.000/porsi
4Mie Bakso LaksanaBakso dengan kaldu sapi bening, kenyal, legendaris di kalangan lokalRp20.000–Rp30.000/porsi
5RanginangKerupuk beras ketan bulat gepeng, renyah, camilan legendaris oleh-olehRp10.000–Rp30.000/bungkus
6KolontongJajanan manis dari tepung beras berbentuk silinder, renyah dan ringanRp10.000–Rp25.000/bungkus
7Dodol TasikmalayaDodol legit dengan proses masak manual berjam-jam, tekstur lebih padat dari dodol GarutRp20.000–Rp50.000/kotak
8Wajit CililinKetan manis dengan gula merah dan santan, dibungkus daun jagung keringRp15.000–Rp35.000/bungkus
9Peyeum KetanTapai ketan hitam fermentasi alami, manis asam legit, khas Sunda PrianganRp10.000–Rp20.000/porsi

Ini 9 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba, Satu Per Satu

1. Nasi Tutug Oncom

Bau asapnya ketahuan duluan sebelum kamu sampai ke warungnya. Nasi Tutug Oncom — yang biasa disebut Nasi TO oleh warga lokal — adalah nasi panas yang diaduk bareng oncom bakar berbumbu sampai merata, menghasilkan warna kecoklatan dan aroma smoky yang susah dilupakan. Ini bukan sekadar nasi campur biasa.

Di warung-warung legendaris seperti T.O. Benhil 2.96 yang sudah berdiri sejak 1996, kamu bakal menemukan versi klasiknya: nasi TO yang disajikan hangat dengan pilihan lauk seperti mendoan, telur balado, dan sambal hijau, ditutup dengan lalapan segar. Rasanya gurih, sedikit smoky, dan entah kenapa bikin nagih padahal tampilannya sederhana banget. Banyak warga Tasikmalaya mengonsumsi ini hampir tiap hari tanpa bosen.

Nasi Tutug Oncom paling dikenal karena tekstur nasinya yang sedikit kasar namun padat rasa — berbeda jauh dari nasi campur atau nasi goreng biasa karena prosesnya manual dan bumbu oncomnya meresap langsung ke butiran nasi.

Datang sore hari setelah jam 5 buat versi paling segar — beberapa warung TO justru beroperasi sampai dini hari dan ramai mulai malam.

Ini 9 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba — nasi tutug oncom disajikan dengan lalapan dan sambal hijau di atas piring sederhana
Nasi TO hangat dengan lalapan — sarapan atau makan malam sama enaknyaFoto: indonesiakaya.com

  • Alamat: T.O. Benhil 2.96 — Jl. Dadaha, Petir, RT.04/RW.08, Cikalang, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya
  • Jam Buka: Setiap hari 07.30–14.00 WIB (per July 2026)
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp10.000/porsi
  • Yang Wajib Dicoba: Nasi TO dengan telur balado, sambal hijau, mendoan

2. Nasi Cikur

Pernah nggak kamu sengaja menghirup aroma kencur yang kuat dan langsung merasa lapar? Itulah yang terjadi waktu mangkok Nasi Cikur lewat di depan meja kamu. Nasi ini dimasak dengan cikur — bahasa Sunda untuk kencur muda — yang menghasilkan sensasi hangat di lidah dan aroma rempah yang jauh lebih intens dari nasi biasa.

Ini sebenarnya pilihan sarapan khas warga Tasikmalaya. Warung Nasi Cikur di sekitar Jl. Panyerutan, Nagarawangi, buka mulai jam 6 pagi dan sering habis sebelum jam 8 — bukan lebay, tapi memang segitu cepatnya laku. Disajikan dengan lauk sederhana seperti telur dadar, ayam suwir, tahu goreng, tempe, dan sambal, harganya masuk akal banget di kisaran Rp5.000–Rp11.000 per porsi. Buat kamu yang kurang suka oncom, ini alternatif yang setara nikmatnya dengan kuliner Sunda lainnya di Priangan — gurih, rempah-rempah, mengenyangkan.

Nasi Cikur paling dikenal karena sensasi hangatnya yang mirip wedang rempah, tapi dalam bentuk nasi — kombinasi aneh yang justru adiktif.

Kalau kamu menginap di Tasikmalaya, jadikan ini sarapan hari pertama — tapi set alarm, karena stoknya cepat habis.

Nasi cikur khas Tasikmalaya dengan lauk tahu tempe dan sambal disajikan di warung sederhana
Sarapan Rp5.000-an yang bikin hari terasa lebih baikFoto: cakrakrisna.com

  • Alamat: Sekitar Jl. Panyerutan, Nagarawangi, Cihideung, Kota Tasikmalaya
  • Jam Buka: 06.00–08.00 WIB (stok cepat habis, per July 2026)
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp5.000–Rp11.000/porsi
  • Yang Wajib Dicoba: Nasi cikur dengan telur dadar dan sambal, nasi cikur dengan ayam suwir

3. Kupat Tahu Mangunreja

Ada pertanyaan yang sering muncul di forum kuliner lokal Tasikmalaya: “Kupat tahu mana yang paling asli?” Jawabannya hampir selalu sama. Kupat Tahu Mangunreja. Warung ini sudah ada sejak 1955 — artinya sudah 70 tahun lebih melayani warga sekitar Singaparna dengan satu resep keluarga yang nggak berubah.

Yang bikin beda dari kupat tahu versi lain adalah kuah kacangnya. Pekat, kaya rempah, manis dari kecap, dengan cabai rawit hijau segar yang dipotong kasar di atasnya. Bukan yang encer atau terlalu manis. Ketupat dan tahunya sendiri juga dipilih ketat — tahu sumedang yang lembut di dalam, garing di luar, dan ketupat yang tidak terlalu padat. Lokasinya di Jl. Raya Singaparna, dekat Polres Singaparna, dan memang agak di luar pusat kota. Tapi yang datang jauh-jauh dari Bandung atau Garut demi semangkuk ini bukan hal yang jarang.

Kupat Tahu Mangunreja paling dikenal karena bumbu kacangnya yang dibuat dari resep turun-temurun — teksturnya kasar berbeda dari bumbu kacang halus yang lebih umum, dan itu yang bikin karakternya unik.

Datang sebelum jam 10 pagi. Beneran. Karena setelah itu kemungkinan besar sudah habis atau tinggal sedikit.

Kupat tahu Mangunreja Tasikmalaya dengan kuah kacang pekat dan cabai rawit hijau segar di atasnya
70 tahun resepnya nggak berubah — alasan kenapa terus ramaiFoto: style.tribunnews.com

  • Alamat: Jl. Raya Singaparna, dekat Polres Singaparna, Kab. Tasikmalaya
  • Jam Buka: Pagi hingga habis (estimasi tutup sebelum siang, per July 2026 — konfirmasi langsung disarankan)
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp15.000–Rp20.000/porsi
  • Yang Wajib Dicoba: Kupat tahu original dengan bumbu kacang dan cabai rawit hijau

4. Mie Bakso Laksana

Waktu pertama kali dengar nama “Mie Bakso Laksana”, ekspektasinya mungkin standar saja. Warung bakso di tiap kota ada. Tapi pas kuahnya dituang ke mangkok dan aromanya naik — bening, ringan, tapi dalam — kamu langsung paham kenapa tempat ini legendaris di kalangan warga Tasikmalaya.

Kaldu sapinya dimasak lama, bening, dan nggak berminyak berlebihan. Baksonya sendiri kenyal dengan gigitan yang pas — bukan yang terlalu keras seperti bola tenis, tapi juga nggak lembek. Disajikan dengan mie kuning atau bihun, tauge rebus, dan bawang goreng di atasnya. Sederhana secara penampilan, tapi kaldunya yang jadi bintang utama. Bakso model begini, yang mengandalkan kualitas kaldu bukan bumbu instan, semakin jarang ditemukan bahkan di Jawa Barat.

Mie Bakso Laksana paling dikenal karena kaldunya yang jernih tapi kaya rasa — jenis kaldu yang butuh jam masak panjang dan nggak bisa diakali.

Cocok buat makan siang setelah keliling kota — porsinya mengenyangkan tanpa bikin ngantuk.

Semangkuk mie bakso Laksana Tasikmalaya dengan kaldu bening dan bakso kenyal
Kaldu bening yang rasanya dalam — ini standar bakso lokal yang benarFoto: priangan.tribunnews.com

  • Alamat: Kota Tasikmalaya (konfirmasi lokasi terbaru disarankan langsung ke warga lokal atau Google Maps per kunjungan)
  • Jam Buka: Siang hingga sore hari (per July 2026 — konfirmasi langsung disarankan)
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp20.000–Rp30.000/porsi
  • Yang Wajib Dicoba: Mie bakso kuah bening, kombinasi mie kuning dan bihun

5. Ranginang

Kalau kamu pernah buka stoples camilan di rumah nenek dan menemukan kerupuk bulat gepeng berwarna putih atau oranye kemerahan — itu Ranginang. Di Tasikmalaya, ini bukan sekadar camilan rumahan. Ranginang adalah oleh-oleh resmi yang diproduksi turun-temurun dan dijual di hampir semua toko oleh-oleh kota.

Dibuat dari beras ketan yang dibumbui, dibentuk bulat, dijemur, lalu digoreng atau dioven sampai mekar dan renyah. Variannya ada yang original (gurih asin), manis, hingga rasa oncom yang — ya, Tasikmalaya memang konsisten dengan identitas oncom-nya. Teksturnya ringan, renyahnya merata sampai ke tengah, dan nggak meninggalkan rasa minyak yang eneg. Menurut Indonesia Tourism, Ranginang termasuk dalam daftar produk unggulan UMKM Tasikmalaya yang sudah dikenal di tingkat nasional.

Ranginang paling dikenal karena variannya yang bisa disesuaikan — versi oncom adalah yang paling khas Tasikmalaya dan susah ditemukan di daerah lain.

Beli yang dikemas rapi dan ada label produksi — lebih tahan lama untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Ranginang khas Tasikmalaya berbentuk bulat gepeng renyah tersaji dalam kemasan oleh-oleh
Camilan legendaris yang selalu ada di stoples rumah orang SundaFoto: tasikmalaya.pikiran-rakyat.com

  • Alamat: Tersedia di toko oleh-oleh sepanjang Jl. Otto Iskandar Dinata dan pusat kota Tasikmalaya
  • Jam Buka: Mengikuti jam toko oleh-oleh, umumnya 08.00–20.00 WIB
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp10.000–Rp30.000/bungkus (tergantung ukuran dan varian)
  • Yang Wajib Dicoba: Varian oncom, varian original gurih

6. Kolontong

Satu hal yang menarik dari Kolontong: hampir semua orang Sunda kenal namanya, tapi banyak yang nggak tahu kalau Tasikmalaya adalah salah satu sentranya. Jajanan ini berbentuk silinder kecil panjang, terbuat dari tepung beras, dengan tekstur renyah ringan yang langsung hancur di mulut tanpa kerja keras gigi.

Rasanya ada yang manis, asin, hingga gurih-wijen. Berbeda dari Ranginang yang lebih tebal dan padat, Kolontong itu ringan banget — satu bungkus habis tanpa terasa, lalu kamu sadar sudah menghabiskan setengah camilan oleh-oleh yang harusnya buat keluarga di rumah. Produksi Kolontong di Tasikmalaya masih banyak yang dilakukan skala rumahan, dan itu justru yang bikin kualitas tiap produsen sedikit berbeda — ada yang lebih gurih, ada yang lebih manis, ada yang tambah wijen.

Kolontong paling dikenal karena teksturnya yang ringan dan meleleh di mulut — sangat berbeda dari kerupuk pada umumnya yang butuh effort mengunyah.

Cari yang produksinya masih manual atau berlabel UMKM lokal — biasanya rasanya lebih jujur dibanding yang sudah versi pabrik.

Kolontong khas Tasikmalaya berbentuk silinder renyah dalam kemasan oleh-oleh tradisional
Ringan, renyah, dan satu bungkus habis tanpa nyadarFoto: mediapakuan.pikiran-rakyat.com

  • Alamat: Toko oleh-oleh pusat kota Tasikmalaya dan pasar tradisional setempat
  • Jam Buka: Mengikuti jam toko, umumnya 08.00–20.00 WIB
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp10.000–Rp25.000/bungkus
  • Yang Wajib Dicoba: Varian wijen gurih, varian manis original

7. Dodol Tasikmalaya

Jangan bilang kamu nggak tahu Dodol Tasikmalaya. Ini bukan sekadar klaim “dodol enak” — ini soal proses. Dodol Tasikmalaya dimasak dengan cara tradisional: diaduk terus-menerus di atas api selama berjam-jam, menggunakan tenaga manusia, sampai adonan gula merah, ketan, dan santan menyatu jadi satu massa yang padat dan mengkilap.

Perbedaan paling kentara antara Dodol Tasikmalaya dan Dodol Garut yang lebih terkenal secara promosi adalah tekstur dan kadar manisnya. Dodol Tasikmalaya cenderung lebih padat dan tidak seterlalu lengket, dengan rasa gula merahnya yang lebih dominan. Beberapa produsen di kawasan Ciawi dan Rajapolah sudah eksis puluhan tahun dan produknya beredar sampai ke luar Jawa Barat. Kalau kamu mampir ke toko oleh-oleh di Tasikmalaya, lapisan dodol yang dibungkus daun jagung kering itu hampir pasti yang pertama kamu lihat.

Dodol Tasikmalaya paling dikenal karena proses memasaknya yang manual dan panjang — itulah yang bikin rasanya berbeda dari dodol produksi mesin.

Pilih yang masih terbungkus daun jagung asli bukan plastik — indikator bahwa produksinya masih mengikuti cara tradisional.

Dodol Tasikmalaya terbungkus daun jagung kering tersusun rapi di toko oleh-oleh
Berjam-jam diaduk tangan — hasilnya ketahuan dari teksturnya yang padatFoto: insiden24.com

  • Alamat: Pusat produksi di kawasan Ciawi dan Rajapolah, Kab. Tasikmalaya; tersedia di toko oleh-oleh seluruh kota
  • Jam Buka: Toko oleh-oleh umumnya 08.00–20.00 WIB
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp20.000–Rp50.000/kotak
  • Yang Wajib Dicoba: Dodol original gula merah, dodol durian (varian musiman)

8. Wajit Cililin

Namanya Cililin, tapi produknya ada di mana-mana di Tasikmalaya. Wajit Cililin adalah jajanan ketan manis yang dibuat dari beras ketan, gula merah, dan santan yang dimasak bersama sampai kering dan padat, lalu dibungkus dengan daun jagung kering yang dikeringkan sampai kecoklatan. Aromanya harum karamel dari gula merah.

Yang bikin Wajit Cililin khas adalah keseimbangan rasa manisnya — nggak terlalu kliyengan manis seperti beberapa dodol, tapi juga nggak hambar. Ada sedikit rasa legit dari santan yang ikut mengental bersama gula merah. Teksturnya di antara dodol dan wajik biasa — sedikit berserat dari ketannya tapi juga padat. Di Tasikmalaya, ini sering dijual bersamaan dengan Dodol dan Ranginang sebagai satu paket oleh-oleh. Memang ketiganya punya karakter beda, dan kalau kamu beli ketiganya sekaligus, jatuhnya lebih hemat dan mengamankan seluruh ekspektasi orang di rumah. Buat referensi, kuliner khas Ciamis yang bertetangga pun punya beberapa jajanan manis serupa, tapi versi Tasikmalaya tetap punya karakter sendiri.

Wajit Cililin paling dikenal karena bungkus daun jagung keringnya yang khas — membuka bungkusnya saja sudah bagian dari pengalaman makan yang menyenangkan.

Pilih yang warna daun jagungnya kecoklatan merata — tanda penjemurannya sempurna dan ketannya sudah matang dengan benar.

Wajit Cililin khas Tasikmalaya terbungkus daun jagung kering kecoklatan
Dibuka pelan-pelan, aromanya keluar duluan sebelum rasanyaFoto: kebandung.pikiran-rakyat.com

  • Alamat: Toko oleh-oleh pusat kota Tasikmalaya dan pasar tradisional
  • Jam Buka: Mengikuti jam toko, umumnya 08.00–20.00 WIB
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp15.000–Rp35.000/bungkus
  • Yang Wajib Dicoba: Wajit original gula merah dengan ketan hitam

9. Peyeum Ketan

Satu item terakhir dari daftar ini yang paling sering diremehkan orang luar. “Tapai mah di mana-mana ada.” Betul. Tapi Peyeum Ketan Tasikmalaya — khususnya versi ketan hitamnya — itu beda level. Warnanya ungu kehitaman, aromanya asam-manis fermentasi yang dalam, dan rasanya legit dengan jejak alkohol fermentasi yang hangat di tenggorokan.

Proses fermentasinya alami menggunakan ragi tradisional, dan kualitas peyeum sangat bergantung pada berapa lama difermentasi dan suhu penyimpanannya. Yang bagus itu lembut tapi masih berbentuk, tidak berair berlebihan, dengan rasa manis-asam yang seimbang. Di Tasikmalaya, peyeum sering dijual dalam wadah bambu kecil atau daun pisang, dan bisa ditemukan di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh. Beberapa orang memakannya langsung, sebagian lagi dijadikan campuran es campur atau dimakan dengan ketan putih kukus. Dua-duanya benar.

Peyeum Ketan paling dikenal karena versi ketan hitamnya yang punya rasa lebih dalam dibanding versi singkong atau ketan putih biasa.

Cium dulu sebelum beli — aroma yang seimbang antara manis dan asam fermentasi adalah tanda kualitasnya bagus, bukan yang terlalu menyengat ke satu arah.

Peyeum ketan hitam khas Tasikmalaya dalam wadah daun pisang dengan warna ungu kehitaman khas fermentasi
Tapai ketan hitam yang terlalu sering diremehkanFoto: deskjabar.pikiran-rakyat.com

  • Alamat: Pasar tradisional dan toko oleh-oleh di Kota dan Kab. Tasikmalaya
  • Jam Buka: Pagi hingga sore di pasar tradisional, umumnya 06.00–17.00 WIB
  • Telepon:
  • Website/Instagram:
  • Kisaran Harga: Rp10.000–Rp20.000/porsi atau wadah
  • Yang Wajib Dicoba: Peyeum ketan hitam original, kombinasi dengan ketan putih kukus

Tips Biar Nggak Nyesel

Pertama, atur urutan makan dengan benar. Nasi Cikur dan Nasi Tutug Oncom itu sarapan dan makan malam — jangan dibalik jadwalnya. Warung Nasi Cikur buka subuh sampai jam 8, habis. Warung Nasi TO justru hidup mulai sore sampai dini hari. Kalau kamu planning trip 2 hari, hari pertama sarapan Nasi Cikur, malam makan Nasi TO. Rapi.

Kedua, soal oleh-oleh, jangan beli di rest area tol Cipularang. Serius. Harganya bisa dua kali lipat dan pilihannya terbatas. Beli langsung di toko oleh-oleh Tasikmalaya di Jl. Otto Iskandar Dinata atau kawasan Rajapolah yang memang sudah lama dikenal sebagai pusat produksi. Lebih murah, lebih segar, lebih banyak pilihan varian.

Ketiga, konfirmasi jam buka sebelum datang, terutama untuk Kupat Tahu Mangunreja. Warung legendaris dengan resep 70 tahun ini operasionalnya bergantung pada stok dan jumlah pembeli — kalau datang kesiangan, kemungkinan besar kamu cuma lihat papan “habis”. Atau lebih tepatnya, kamu nggak lihat apa-apa karena warungnya sudah tutup.


Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apa Ini 9 Makanan Khas Tasikmalaya yang Wajib Dicoba! yang paling recommended untuk pertama kali ke Tasikmalaya?

Kalau baru pertama kali, mulai dari Nasi Tutug Oncom karena ini paling ikonik dan mudah ditemukan di berbagai warung. Tambahkan Kupat Tahu Mangunreja untuk sarapan atau makan pagi, dan bawa pulang Dodol Tasikmalaya serta Ranginang sebagai oleh-oleh. Tiga item itu sudah mewakili identitas kuliner Tasikmalaya dengan baik.

Berapa budget yang dibutuhkan untuk kulineran di Tasikmalaya satu hari?

Untuk makan berat tiga kali plus beberapa camilan, budget Rp100.000–Rp150.000 per orang sudah sangat cukup. Makanan berat di Tasikmalaya relatif terjangkau, rata-rata Rp10.000–Rp30.000 per porsi. Budget lebih perlu disiapkan kalau kamu serius borong oleh-oleh dalam jumlah banyak.

Apakah makanan khas Tasikmalaya cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh luar kota?

Beberapa sangat cocok: Dodol, Ranginang, Kolontong, dan Wajit Cililin tahan lama dan mudah dibawa. Untuk Nasi Tutug Oncom dan Nasi Cikur, keduanya makanan segar yang sebaiknya dinikmati langsung di tempat — nggak praktis untuk dibawa jauh karena sudah berubah rasa setelah beberapa jam.

Kapan waktu terbaik untuk wisata kuliner di Tasikmalaya?

Pagi hari sebelum jam 10 adalah waktu paling produktif — Nasi Cikur, Kupat Tahu Mangunreja, dan beberapa warung sarapan legendaris beroperasi di jam itu. Malam hari setelah jam 7 cocok untuk Nasi Tutug Oncom yang justru lebih ramai di malam hari. Hindari kunjungan di hari libur nasional kalau kamu nggak tahan antri.


Tasikmalaya punya lebih banyak cerita dari yang kelihatan di permukaan. Dari ini 9 makanan khas Tasikmalaya yang wajib dicoba sampai pantai-pantainya yang masih sepi, kota ini layak dapat lebih dari sekadar persinggahan di jalan menuju Pangandaran. Kalau kamu penasaran mau eksplorasi kuliner Sunda lebih jauh, coba juga makanan khas Sumedang yang punya karakter berbeda tapi sama-sama kuat identitas Priangannya — satu hari jalan dari Tasikmalaya, dan worth it.