8 Gunung di Pulau Bali untuk Destinasi Wisata

Diperbarui: July 31, 2026

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Mei 2025 dan diperbarui pada July 2026 dengan informasi terbaru.

Bali punya lebih dari sekadar pantai dan sawah. Ada 8 gunung di Pulau Bali untuk destinasi wisata yang menunggu kamu jelajahi, mulai dari puncak vulkanik aktif dengan sunrise paling dramatis di Indonesia sampai hutan tropis lebat yang belum banyak tersentuh turis. Pilihan lain selain Kuta dan Seminyak? Sudah lama ada, cuma belum banyak yang tahu ke mana harus mulai.

Dari Gunung Agung yang dianggap titik paling suci di Bali sampai Gunung Merbuk di Buleleng yang namanya bahkan jarang muncul di itinerary traveler, setiap gunung di sini punya karakter sendiri. Ada yang butuh stamina dan pemandu bersertifikat, ada yang cukup santai buat kamu yang baru pertama coba trekking. Artikel ini kasih gambaran realistis soal masing-masing, lengkap dengan info harga dan lokasi per July 2026.


Ringkasan 8 Gunung di Pulau Bali untuk Destinasi Wisata

#NamaYang Bikin SpesialKisaran Harga
1Gunung AgungGunung tertinggi Bali, sakral dan dramatisRp500.000-Rp700.000 (guide)
2Gunung BaturSunrise paling populer, kaldera aktifRp350.000-Rp500.000 (guide)
3Gunung BatukaruHutan tropis lebat, tenang, spiritualRp300.000-Rp500.000 (guide)
4Gunung CaturPura kuno di puncak, jalur hutan pinusRp150.000-Rp300.000
5Gunung AbangKaldera Batur, lebih sepi dari BaturRp200.000-Rp400.000 (guide)
6Gunung MerbukJalur sepi, panorama Buleleng ke lautRp100.000-Rp250.000
7Gunung PohenFavorit pendaki lokal, minim turisRp100.000-Rp200.000
8Gunung LesungTrekking singkat, hutan campuranRp100.000-Rp200.000

8 Gunung di Pulau Bali untuk Destinasi Wisata: Daftar Lengkap

1. Gunung Agung

Gunung tertinggi di Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Angka itu sendiri sudah cukup untuk bikin banyak pendaki berpikir dua kali sebelum mendaftar, dan memang seharusnya begitu.

Gunung Agung bukan destinasi kasual. Ini gunung berapi aktif yang terakhir meletus besar pada 2017-2018, dan bagi masyarakat Bali, Agung bukan sekadar titik tertinggi di peta, tapi tempat tinggal para dewa. Pura Besakih, kompleks pura terbesar di Bali, berdiri di lerengnya. Ada dua jalur pendakian utama: via Pura Besakih (Karangasem) yang lebih panjang dan via Pura Pasar Agung yang lebih pendek tapi lebih curam. Kedua jalur wajib pakai guide resmi, bukan opsional. Level fisik yang dibutuhkan di atas rata-rata, dan pendakian biasanya dimulai tengah malam agar tiba di puncak saat fajar. Di puncak, kamu bisa melihat Lombok di kejauhan kalau cuaca bersahabat.

Status aktivitas vulkanik Agung dipantau rutin oleh MAGMA Indonesia. Selalu cek kondisi terkini sebelum berangkat, bukan sehari sebelumnya tapi beberapa hari menjelang pendakian.

Pemandangan puncak Gunung Agung sebagai salah satu dari 8 gunung di Pulau Bali untuk destinasi wisata dengan latar langit pagi
Gunung Agung, puncak tertinggi Bali yang juga paling sakralFoto: commons.wikimedia.org/wiki/User:Slleong

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Karangasem, Bali
  • Jam Buka: Pendakian biasanya mulai tengah malam (sekitar 00.00-01.00 WITA), kondisional sesuai status vulkanik
  • Kisaran Harga: Rp500.000-Rp700.000 untuk jasa guide resmi, belum termasuk tiket masuk kawasan pura
  • Yang Wajib Dicoba: Jalur via Pura Pasar Agung untuk pendaki pertama, momen sunrise dari puncak kalau cuaca cerah

2. Gunung Batur

Ketinggian 1.717 mdpl, tapi jangan remehkan popularitasnya. Gunung Batur adalah gunung di Bali yang paling banyak didaki wisatawan, dan ada alasan kuat di balik itu.

Kalderanya yang lebar menghadap Danau Batur di bawah, dan saat sunrise datang dari arah Lombok, bayangan gunung ini jatuh ke permukaan danau dengan cara yang susah dijelaskan lewat kata-kata. Jeep Adventure yang ditawarkan berbagai operator lokal mengantar kamu ke titik awal trek sekitar pukul 03.00 WITA, dan dari sana sekitar 2 jam jalan kaki ke puncak dengan ketinggian yang masih terjangkau buat pemula. Gunung ini masih aktif, terakhir meletus tahun 2000, tapi aktivitasnya relatif stabil. Yang perlu kamu siapkan: jaket tebal (suhu di puncak bisa turun ke 12-15 derajat Celsius), sepatu grip yang layak, dan ekspektasi bahwa kamu tidak akan sendirian di sana. Ramai, tapi worth it.

Sistem guide resmi di sini sudah terorganisir, dan jasa mereka memang wajib dipakai. Bukan cuma soal keamanan, tapi juga soal memberi penghidupan langsung ke komunitas lokal Kintamani.

Pendaki di puncak Gunung Batur dengan latar Danau Batur dan kaldera luas saat sunrise
Sunrise dari Gunung Batur dengan Danau Batur di latar belakangFoto: pelago.com

  • Alamat: πŸ“ Kintamani, Bangli, Bali
  • Jam Buka: Pendakian dimulai sekitar pukul 03.00 WITA, tiba puncak sekitar 05.00-05.30 WITA
  • Kisaran Harga: Rp350.000-Rp500.000 untuk paket guide, beberapa operator sudah termasuk sarapan di puncak
  • Yang Wajib Dicoba: Sarapan telur rebus panas dari uap fumarol di puncak, Jeep Adventure sebelum trek

3. Gunung Batukaru

Gunung tertinggi kedua di Bali dengan ketinggian 2.276 mdpl, tapi jumlah pendakinya jauh di bawah Agung dan Batur. Itu justru yang bikin Batukaru menarik.

Terletak di Tabanan, lereng Batukaru diselimuti hutan hujan tropis yang rapat. Berbeda dari Agung yang terbuka dan dramatis, atau Batur yang ramai dengan turis, Batukaru terasa seperti masuk ke ruang yang lebih privat. Suara di sini beda: bukan angin kering pegunungan, tapi tetes air dari daun ke daun, suara burung yang nggak kamu kenal namanya, tanah basah yang berbau humus. Di lerengnya berdiri Pura Luhur Batukaru, salah satu dari enam pura kahyangan jagat Bali yang dianggap paling penting. Banyak pendaki yang mulai dari pura ini dan merasakan atmosfer berbeda sebelum jalur mulai menanjak. Trek ke puncak membutuhkan waktu sekitar 5-7 jam pergi-pulang, dan guide lokal sangat dianjurkan karena jalurnya tidak sepopuler Batur sehingga penandaan tidak sepadat itu.

Hutan tropis lebat di jalur pendakian Gunung Batukaru Tabanan Bali
Jalur Gunung Batukaru melewati hutan hujan tropis yang masih rapatFoto: traveloka.com

  • Alamat: πŸ“ Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, Bali
  • Jam Buka: Pendakian disarankan mulai pagi (05.00-06.00 WITA) untuk menghindari kabut sore
  • Kisaran Harga: Rp300.000-Rp500.000 untuk guide lokal, tiket masuk Pura Luhur Batukaru terpisah
  • Yang Wajib Dicoba: Mampir ke Pura Luhur Batukaru sebelum mulai trek, perhatikan epiphyte dan anggrek liar di sepanjang jalur

4. Gunung Catur

Di kawasan Bedugul, ada gunung dengan ketinggian 2.096 mdpl yang sering terlewat dalam itinerary karena semua orang sudah terpaku pada Danau Beratan dan Pura Ulun Danu yang ada di bawahnya.

Gunung Catur justru menyimpan sesuatu di atas: Pura Puncak Mangu, situs keagamaan yang sudah ada sejak lama dan terasa berbeda dari pura-pura yang biasa dikunjungi turis. Jalurnya melewati hutan pinus yang tumbuh rapat, dan aroma damarnya bikin udara di sini punya kualitas sendiri. Trekking ke Gunung Catur termasuk kategori menengah, sekitar 3-4 jam pergi-pulang dari titik awal trek. Dari puncak, kamu bisa melihat Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan sekaligus dalam satu pandangan. Tiga danau kaldera dalam satu frame.

Paling cocok buat kamu yang sudah coba Batur dan mau sesuatu yang lebih tenang tapi tetap ada “reward” pemandangan di akhir.

Pemandangan tiga danau kaldera Bali dari puncak Gunung Catur kawasan Bedugul
Dari puncak Gunung Catur, tiga danau Bali terlihat sekaligusFoto: finnsbeachclub.com

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Bedugul, Baturiti, Tabanan, Bali
  • Jam Buka: Tidak ada jam resmi, disarankan mulai pagi sebelum kabut datang (biasanya sore hari)
  • Kisaran Harga: Rp150.000-Rp300.000 (donasi/retribusi lokal, bisa bervariasi)
  • Yang Wajib Dicoba: Pura Puncak Mangu di puncak, pemandangan tiga danau kaldera

5. Gunung Abang

Fakta yang sering bikin orang kaget: Gunung Abang lebih tinggi dari Gunung Batur. Dengan ketinggian 2.153 mdpl, Abang berdiri di sisi timur kaldera Batur, tapi jarang masuk radar karena tidak punya nama besar yang sama.

Ini justru jadi keunggulannya. Dari puncak Abang, kamu melihat Gunung Batur dan Danau Batur dari sudut yang sama sekali berbeda, dengan jumlah pendaki yang jauh lebih sedikit. Jalurnya melewati hutan yang masih cukup lebat, dan suasananya lebih sunyi dari hiruk-pikuk area Kintamani di bawah. Trek membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam pergi-pulang tergantung kondisi. Untuk kamu yang sudah pernah ke Batur dan mau pengalaman yang lebih personal tanpa meninggalkan zona kaldera, Abang adalah jawaban logisnya.

Jalur pendakian Gunung Abang dengan latar Gunung Batur dan Danau Batur dari sisi kaldera timur
Gunung Abang menawarkan sudut pandang berbeda ke kaldera BaturFoto: flickr.com/people/89943077@N00

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Kintamani, Bangli, Bali
  • Jam Buka: Pendakian disarankan pagi hari, mulai 04.00-05.00 WITA untuk mengejar cahaya terbaik
  • Kisaran Harga: Rp200.000-Rp400.000 untuk guide lokal
  • Yang Wajib Dicoba: Pemandangan Gunung Batur dari arah berlawanan, jalur hutan yang lebih sepi

6. Gunung Merbuk

Kawasan Buleleng di Bali utara masih jarang masuk bucket list traveler dari luar Bali. Gunung Merbuk ada di sana, dengan ketinggian sekitar 1.387 mdpl, dan jalurnya sangat sepi bahkan untuk ukuran gunung-gunung di Bali.

Dari puncak, kamu dapat panorama ke arah Laut Bali di utara, dengan hamparan sawah dan desa-desa Buleleng di bawah. Ini bukan trek yang butuh persiapan ekstrem, tapi tetap perlu sepatu yang layak dan kondisi fisik yang cukup. Karena relatif jarang didaki wisatawan luar, interaksi dengan penduduk lokal di jalur pendakian masih terasa sangat natural. Bukan “lokal yang sudah terlatih melayani turis”, tapi warga yang memang sehari-hari lewat jalur itu.

Kalau kamu sedang rencanakan road trip keliling Bali sambil mampir ke berbagai destinasi Bali terbaik, Merbuk bisa jadi titik singgah yang tidak terduga di rute Bali utara.

Panorama dari puncak Gunung Merbuk Buleleng menghadap Laut Bali di utara
Dari puncak Gunung Merbuk, laut Bali utara terlihat jelas di kejauhanFoto: finnsbeachclub.com/guides/mount-merbuk-bali/

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Buleleng, Bali
  • Jam Buka: Tidak ada jam resmi operasional, disarankan mulai pagi hari
  • Kisaran Harga: Rp100.000-Rp250.000 (retribusi lokal dan tip pemandu jika memakai)
  • Yang Wajib Dicoba: Panorama ke arah laut dari puncak, interaksi natural dengan penduduk lokal di jalur

7. Gunung Pohen

Satu lagi dari kawasan Bedugul yang jarang masuk radar. Gunung Pohen dengan ketinggian 2.063 mdpl berdiri berdampingan dengan Gunung Catur, dan pendakinya rata-rata memang warga lokal Bali yang sengari cari jalur yang lebih tenang dari keramaian wisata Bedugul.

Trek ke Pohen melewati hutan yang masih rapat dengan vegetasi beragam, dan jalurnya tidak sepopuler Catur sehingga kamu perlu guide atau setidaknya peta yang akurat. Cocok buat yang sudah pernah trekking di Bali sebelumnya dan mau naik level dari segi ketenangan, bukan dari segi kesulitan teknis. Suasananya berbeda dari Batur yang penuh dengan hiruk pikuk tur sunrise.

Jalur trekking Gunung Pohen Bedugul Bali melewati hutan lebat yang sepi dari wisatawan
Gunung Pohen, jalur tenang di kawasan Bedugul yang minim keramaianFoto: liputan6.com

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Bedugul, Baturiti, Tabanan, Bali
  • Jam Buka: Tidak ada jam resmi, mulai pagi hari sangat dianjurkan
  • Kisaran Harga: Rp100.000-Rp200.000 (retribusi dan tip pemandu lokal)
  • Yang Wajib Dicoba: Jalur hutan yang minim keramaian, kombinasi trek dengan kunjungan ke Danau Tamblingan di bawahnya

8. Gunung Lesung

Nama Gunung Lesung mungkin belum pernah kamu dengar sama sekali. Wajar. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.865 mdpl ini berada di kawasan yang berbatasan antara Buleleng dan Jembrana, dan sangat jarang muncul di ulasan wisatawan.

Trek ke Lesung tergolong lebih pendek dibanding Agung atau Batukaru, dan melewati hutan campuran yang menyimpan keragaman vegetasi cukup tinggi. Buat penggemar birdwatching, jalur ini punya potensi yang belum banyak dieksplorasi. Bukan gunung untuk dibanding-bandingkan dengan Agung soal drama atau dengan Batur soal popularitas sunrise. Lesung punya nilai sendiri: keheningannya. Spot yang tepat buat kamu yang memang datang ke Bali untuk benar-benar istirahat, bukan untuk konten.

Hutan campuran di jalur pendakian Gunung Lesung kawasan Buleleng Bali yang masih alami
Gunung Lesung, jalur pendakian yang masih sangat alami di Bali baratFoto: tatkala.co

  • Alamat: πŸ“ Kawasan Buleleng, Bali
  • Jam Buka: Tidak ada jam resmi, mulai pagi hari
  • Kisaran Harga: Rp100.000-Rp200.000 (retribusi lokal, guide sangat dianjurkan)
  • Yang Wajib Dicoba: Birdwatching di sepanjang jalur, suasana hutan yang masih sangat sepi

Tips Biar Nggak Nyesel

Musim pendakian paling aman adalah April hingga Oktober. Desember sampai Maret adalah musim hujan di Bali, dan jalur yang sudah licin ditambah visibilitas rendah bisa mengubah pendakian yang seharusnya menyenangkan jadi misi survival. Gunung Batur dan Batukaru terutama sangat terpengaruh cuaca, jalurnya berubah drastis saat basah.

Pakai guide resmi, bukan opsi. Ini berlaku terutama untuk Agung, Batukaru, Abang, dan Pohen. Jalur-jalur di sana tidak selalu jelas ditandai, dan kondisi di dalam hutan berubah lebih cepat dari yang kamu bayangkan. Di Batur, guide resminya terorganisir lewat asosiasi lokal dan tarifnya sudah terstandar. Negosiasi harga terlalu agresif di sini bukan cuma bikin kamu kelihatan pelit, tapi juga merugikan komunitas yang memang menggantungkan pendapatan dari sektor ini.

Bawa uang tunai secukupnya. Area pendakian di sebagian besar gunung-gunung Bali, terutama yang di Buleleng dan Tabanan, belum bisa diandalkan untuk transaksi digital. Retribusi, tip guide, dan jajanan di warung kecil di titik awal trek semuanya pakai cash. Jangan sampai nyampe di sana dan bingung karena QRIS-mu nggak ada sinyal.

Kalau kamu masih merancang itinerary Bali secara keseluruhan dan belum tahu mau mulai dari mana, cek dulu pilihan destinasi Bali lainnya di JJY sebelum finalisasi rencana kamu.


Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apa 8 gunung di Pulau Bali untuk destinasi wisata yang paling recommended?

Untuk pemula, Gunung Batur adalah pilihan paling aksesibel dengan sistem guide yang sudah terorganisir dan trek sunrise yang jelas. Untuk pendaki berpengalaman yang cari tantangan lebih, Gunung Agung (3.031 mdpl) adalah puncak tertinggi Bali yang membutuhkan stamina dan persiapan serius. Kalau prioritasmu ketenangan dan alam yang belum ramai, Gunung Batukaru di Tabanan menawarkan hutan hujan tropis yang masih sangat lebat.

Berapa biaya rata-rata untuk trekking di gunung-gunung Bali?

Sangat bervariasi tergantung gunungnya. Gunung Batur sekitar Rp350.000-Rp500.000 untuk paket guide, sementara Gunung Agung bisa mencapai Rp500.000-Rp700.000 untuk guide resmi. Gunung-gunung yang lebih kecil dan sepi seperti Merbuk, Pohen, atau Lesung biasanya cukup Rp100.000-Rp250.000 untuk retribusi dan tip guide lokal. Harga ini per July 2026 dan bisa berubah, konfirmasi langsung ke operator atau guide setempat sebelum berangkat.

Apakah wajib pakai pemandu untuk mendaki gunung di Bali?

Untuk Gunung Agung dan Gunung Batur, pemandu resmi memang diwajibkan secara sistem dan sudah terorganisir di sana. Untuk gunung-gunung lain seperti Batukaru, Catur, atau Abang, secara teknis tidak ada kewajiban formal, tapi sangat dianjurkan karena penandaan jalur tidak selalu jelas. Gunung-gunung yang lebih sepi seperti Pohen dan Lesung jalurnya bisa membingungkan tanpa yang tahu area itu dengan baik.

Kapan waktu terbaik mendaki gunung di Bali?

April hingga Oktober adalah periode paling aman. Musim kemarau berarti jalur lebih kering, visibilitas lebih baik, dan cuaca di puncak lebih dapat diprediksi. Hindari Desember sampai Maret karena hujan bisa membuat jalur sangat licin dan kabut tebal bisa bikin orientasi di dalam hutan jadi jauh lebih sulit, terutama di Batukaru dan gunung-gunung di kawasan Bedugul.


Penutup

Delapan nama di atas sudah cukup untuk mengisi beberapa tahun kalender pendakian kamu di Bali, dari kaldera aktif Batur yang ikonik sampai hutan Lesung yang hampir tidak ada ulasannya di internet. Yang jelas, gunung-gunung di Bali bukan bonus dari wisata pantainya. Mereka destinasi tersendiri. Kalau kamu butuh referensi untuk kombinasikan trip pegunungan dengan destinasi alam lain di Indonesia, artikel soal sunrise di Bromo bisa jadi perbandingan menarik sebelum kamu putuskan mana yang duluan.