Diperbarui: July 21, 2026
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juni 2024 dan diperbarui pada July 2026 dengan informasi terbaru.
Kalau kamu pernah transit atau sengaja mampir ke Purbalingga, ada satu hal yang sayang banget dilewatkan: makannya. 10 makanan khas Purbalingga yang jadi favorit, wajib coba ini bukan sekadar daftar kulineran biasa, tapi bukti nyata bahwa kota kecil di Jawa Tengah ini punya kekayaan rasa yang susah ditemukan di tempat lain. Dari soto dengan tulang ayam yang digoreng renyah, gecot dengan sambal tumbuk yang bikin nagih, sampai kue yang dipanggang langsung di dinding tungku. Semuanya terjangkau, sebagian besar sudah bertahan puluhan tahun, dan rata-rata belum banyak terjamah radar kuliner nasional.
| # | Nama | Yang Bikin Spesial | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|
| 1 | Soto Kriyik Bu Karsini | Tulang ayam digoreng renyah, kuah bening gurih | Rp15.000-Rp30.000 |
| 2 | Gecot Pak Sis | Sambal kacang-cabai rawit kukus yang ditumbuk kasar | Rp16.000 |
| 3 | Sroto Klamud | Soto disajikan dalam batok kelapa muda | Rp15.000-Rp25.000 |
| 4 | Sate Blater Pak Indra | Daging dibumbui sebelum dibakar, proses bakar ganda | Rp22.000 |
| 5 | Gulai Melung | Kambing empuk tanpa bau, kuah kaya rempah dari tungku kayu | Hubungi langsung |
| 6 | Tempe Mendoan | Tempe tipis, adonan tepung berbumbu, digoreng setengah matang | Rp25.000-Rp35.000 |
| 7 | Nopia | Dipanggang menempel di dinding tungku, isi gula merah | Rp25.000-Rp50.000/kotak |
| 8 | Es Durian Pak Kasdi | Durian segar + gula merah cair + santan, sejak 1969 | Rp20.000-Rp35.000 |
| 9 | Jipang Kacang Gula Merah | Kacang goreng + karamel gula merah, dari Desa Lumpang | Harga pasar |
| 10 | Nasi Lengko | Nasi dengan tahu, tempe, tauge, dan siraman bumbu kacang | Rp10.000-Rp15.000 |
10 Makanan Khas Purbalingga yang Jadi Favorit, Wajib Coba
1. Soto Kriyik Bu Karsini
Namanya sudah menarik perhatian sebelum kamu sempat duduk. “Kriyik” merujuk pada tulang ayam yang digoreng sampai renyah lalu dimasukkan ke dalam kuah soto, dan ya, kamu makan tulangnya juga. Bukan sebagai pajangan, tapi sebagai bagian utama dari porsi itu.
Kuahnya bening tapi gurih dengan aroma bawang yang keluar waktu mangkuk datang. Isinya bihun, tauge, daun bawang, dan tulang kriyik tadi yang kontrasnya cukup unik: ada yang renyah, ada yang lembek, dalam satu mangkuk. Resepnya turun-temurun dan sudah banyak dibahas di daftar makanan khas Jawa Tengah sebagai salah satu varian soto yang benar-benar berbeda dari versi kota lain.
Datang sebelum jam 12 siang kalau mau dapat porsi penuh, karena sering habis lebih cepat dari jadwal tutupnya.

- Alamat: Jl. MT Haryono, Karangsentul, Purbalingga
- Jam Buka: 08.00-17.00 (setiap hari, per July 2026)
- Kisaran Harga: Rp15.000-Rp30.000
- Yang Wajib Dicoba: Soto kriyik original, tambah perkedel kalau ada
2. Gecot Pak Sis
Gecot itu tahu goreng. Tapi sambalnya yang bikin orang balik lagi. Dibuat dari cabai rawit yang dikukus dulu, bukan digoreng, lalu ditumbuk kasar bersama kacang tanah goreng dan gula. Hasilnya bukan sambal yang panas menyengat langsung, tapi ada rasa manis-gurih di balik pedasnya yang muncul perlahan.
Satu porsi di Warung Gecot Pak Sis isinya tahu goreng hangat, kol mentah, tauge segar, dan siraman sambal tumbuk itu. Rp16.000 per porsi, dan porsinya cukup bikin kenyang kalau kamu memang nggak lapar berat. Warungnya di Jalan Isdiman, buka dari pagi sampai malam, jadi bisa jadi opsi makan siang atau makan malam tanpa harus repot cari jam buka yang aneh.

- Alamat: Jalan Isdiman, Purbalingga
- Jam Buka: 09.30-20.30 (per July 2026)
- Kisaran Harga: Rp16.000/porsi
- Yang Wajib Dicoba: Gecot original, minta tambah sambal kalau suka pedas
3. Sroto Klamud
Pernah makan soto dari batok kelapa muda? Di Purbalingga ada. Sroto Klamud bukan sekadar gimmick presentasi, batok kelapanya itu bagian dari pengalaman makannya. Serutan daging kelapa muda menggantikan bihun sebagai isi utamanya, jadi ada sedikit rasa segar-manis yang masuk ke dalam kuah gurih sotonya.
Inovasi ini rupanya cukup diperhitungkan secara lebih luas, karena Sroto Klamud pernah mewakili Jawa Tengah di Lomba Pesona Indonesia. Buat kamu yang sudah pernah coba berbagai versi sroto (versi Purbalingga dari soto Sokaraja), ini adalah cabang eksperimen yang hasilnya layak dicoba sendiri. Kuahnya tetap sroto pada dasarnya: kacang, ketupat, bawang goreng. Yang beda cuma mediumnya.

- Jam Buka: 09.00-18.00 (per July 2026)
- Kisaran Harga: Rp15.000-Rp25.000
- Yang Wajib Dicoba: Sroto klamud original, minta serutan kelapa ekstra
4. Sate Blater Pak Indra
Sate ayam biasa dibakar lalu diberi bumbu. Di sini urutannya terbalik: dagingnya dibumbui dulu sebelum masuk ke bara api. Hasilnya, bumbunya meresap ke dalam, bukan cuma nempel di permukaan. Proses bakarnya pun dua tahap, jadi bagian luar ada karamelisasi kecil yang nggak kamu dapat dari sate bakar biasa.
Pak Indra sudah menjalankan ini sejak 1990. Lebih dari tiga dekade dengan metode yang sama, dan tampaknya nggak ada rencana untuk mengubahnya. Lokasinya dekat Alun-alun Purbalingga, jadi kalau kamu sedang jalan-jalan di pusat kota, warunnya mudah dijangkau tanpa harus muter-muter. Satu porsi Rp22.000, buka dari pagi sampai malam.

- Alamat: Dekat Alun-alun Purbalingga, Jalan Kapten Sarengat
- Jam Buka: 09.00-21.30 (per July 2026)
- Kisaran Harga: Rp22.000/porsi
- Yang Wajib Dicoba: Sate ayam blater, lengkap dengan lontong
5. Gulai Melung
Dusun Melung, di kaki lereng yang lebih sejuk dari pusat kota. Gulai kambing dimasak di sini dengan tungku kayu bakar, waktu lama, dan rempah yang nggak tanggung-tanggung. Hasilnya daging yang benar-benar luruh, kuah kental kekuningan, dan yang cukup mengejutkan: nggak ada bau prengus sama sekali.
Proses memasaknya berjam-jam itu yang menentukan. Bukan sesuatu yang bisa direplikasi di dapur rumah dengan kompor gas dan waktu setengah jam. Kalau kamu termasuk yang biasanya menghindar dari gulai kambing karena baunya, Melung adalah tempat yang layak untuk mengubah pendapat itu. Lokasinya memang agak keluar dari jalur utama, tapi untuk kamu yang sedang explore Purbalingga lebih jauh, ini worth the detour.

- Alamat: Dusun Melung, Purbalingga (area lereng, perlu navigasi GPS)
- Kisaran Harga: Konfirmasi langsung ke warung setempat
- Yang Wajib Dicoba: Gulai kambing, minta nasi hangat terpisah
6. Tempe Mendoan
Tempe mendoan ada di mana-mana di Jawa Tengah, tapi versi Purbalingga punya perbedaan yang kamu rasakan langsung: irisan tempenya lebih tipis dari rata-rata, adonan tepungnya lebih berbumbu, dan proses gorengnya memang sengaja dibiarkan setengah matang. Mendoan dalam bahasa Banyumasan memang berarti “setengah matang”, dan di sini itu dijalankan dengan serius.
Teksturnya: luar sedikit crispy tapi lembek di tengah, seperti peralihan antara gorengan dan kukusan. Dimakan hangat dengan cabai rawit hijau dan kecap, tanpa banyak tambahan lain. Kamu bisa menemukannya di hampir semua warung makan dan pasar tradisional di Purbalingga, tapi versi terenak biasanya yang dibuat dadakan di depan kamu, bukan yang sudah dingin lama di etalase. Kalau suka eksplorasi kuliner Jawa, makanan khas Boyolali juga punya beberapa gorengan tradisional yang satu jalur dengan ini.

- Kisaran Harga: Rp25.000-Rp35.000 (per porsi atau per bungkus, tergantung warung)
- Yang Wajib Dicoba: Mendoan fresh dari wajan, bukan yang sudah dingin
7. Nopia
Proses pembuatannya yang bikin nopia beda dari kue lain. Adonan tepung terigu dengan isian gula merah ditempelkan langsung ke dinding tungku kayu yang sudah panas. Nggak ada loyang, nggak ada oven. Hasilnya permukaan luar nopia punya tekstur sedikit berbintik dan aroma asap kayu yang samar, sementara dalamnya lembut dengan isian gula merah yang agak lengket-karamel.
Nopia adalah oleh-oleh yang tahan perjalanan dan harganya sangat masuk akal: Rp25.000-Rp50.000 per kotak tergantung ukuran dan tempat belinya. Di Purbalingga dan sekitarnya (termasuk Banyumas), kamu bisa menemukan nopia di toko oleh-oleh, pasar, atau langsung di tempat produksinya. Kalau beli di tempat produksi, kamu bisa lihat langsung proses tempel-ke-tungku itu, dan itu sendiri sudah cukup menarik untuk ditonton sebentar. Menurut Kemendikbud, nopia termasuk dalam warisan kuliner tradisional Banyumasan yang masih dipertahankan cara produksinya.

- Kisaran Harga: Rp25.000-Rp50.000/kotak
- Yang Wajib Dicoba: Nopia isi gula merah original
8. Es Durian Pak Kasdi
Buka sejak 1969. Lebih dari lima dekade, satu produk, satu warung. Es Durian Pak Kasdi sudah ada sebelum kebanyakan pembaca artikel ini lahir, dan tetap ramai sampai sekarang bukan karena viral, tapi karena memang enak secara konsisten.
Komposisinya sederhana: daging durian segar, gula merah cair, santan kelapa, serutan es batu, dan susu kental manis. Tapi keseimbangannya yang bikin ini beda dari es durian di tempat lain. Tidak terlalu manis karena gula merahnya punya sedikit rasa pahit yang menyeimbangkan durian, santan yang nggak terlalu kental, dan es yang cukup banyak jadi minuman ini benar-benar menyegarkan dan bukan sekadar dessert berat. Harganya Rp20.000-Rp35.000 per porsi tergantung ukuran, dan worth it untuk cuaca Purbalingga yang bisa cukup terik siang hari.

- Jam Buka: Konfirmasi langsung (biasanya siang-sore, atau habis terjual)
- Kisaran Harga: Rp20.000-Rp35.000
- Yang Wajib Dicoba: Es durian original, ukuran besar kalau kamu memang penggemar durian
9. Jipang Kacang Gula Merah
Dari Desa Lumpang. Jipang ini dasarnya kacang goreng yang dicampur dengan gula merah yang sudah dimasak sampai karamel, lalu dibentuk dan didinginkan sampai keras. Hasilnya: manis, gurih, renyah, sedikit ada rasa smoky dari gula merahnya. Satu gigitan langsung ada tiga hal sekaligus di mulut.
Ini bukan jajan yang akan kamu temukan di minimarket. Jipang kacang gula merah lebih mudah ditemukan di pasar tradisional Purbalingga atau toko oleh-oleh lokal. Ringan, nggak gampang remuk, dan cukup tahan beberapa hari, jadi cocok banget buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harganya mengikuti harga pasar, biasanya sangat terjangkau.

- Alamat: Desa Lumpang, Purbalingga; tersedia juga di pasar tradisional kota
- Kisaran Harga: Harga pasar (terjangkau, tanyakan langsung)
- Yang Wajib Dicoba: Jipang kacang gula merah original
10. Nasi Lengko
Sederhana banget di atas piring: nasi putih, tahu goreng potong, tempe goreng potong, tauge rebus, mentimun, dan siraman bumbu kacang encer dengan kecap manis. Tapi kombinasi ini justru tipe makanan yang enak setiap hari tanpa bosan.
Nasi lengko adalah sarapan dan makan siang standar banyak warga Purbalingga, bukan makanan khusus occasion tertentu. Di sinilah kamu bisa mengukur seberapa dalam kamu mau masuk ke kuliner lokal sebuah kota: kalau kamu mau duduk di warung pinggir jalan dan pesan ini sambil ngobrol dengan penjualnya, kamu akan keluar dengan gambaran yang jauh lebih lengkap tentang Purbalingga dibanding kalau kamu cuma foto-foto di tempat wisata. Harganya Rp10.000-Rp15.000, dan porsinya biasanya bikin kamu kenyang sampai sore.

- Kisaran Harga: Rp10.000-Rp15.000
- Yang Wajib Dicoba: Nasi lengko dengan tambahan kerupuk
Tips Biar Nggak Nyesel
Datang pagi untuk yang legendaris. Soto Kriyik Bu Karsini dan beberapa warung soto lainnya di Purbalingga sering kehabisan sebelum waktu tutup yang tertera. Jam 11 siang biasanya masih aman, lewat dari itu mulai gambling.
Beli nopia langsung di tempat produksi, bukan di toko oleh-oleh besar. Harganya lebih murah, dan kamu bisa lihat proses tempel ke tungkunya langsung. Tanya ke warga lokal atau penjaga warung terdekat untuk dapat rekomendasi tempat produksi yang masih aktif.
Untuk Es Durian Pak Kasdi, hindari datang terlalu sore. Stok durian segar terbatas dan mengikuti musim, jadi kalau kamu datang di luar musim durian, konfirmasi dulu sebelum pergi khusus ke sana. Selain kuliner Purbalingga, kalau kamu sedang road trip Jawa Tengah, makanan khas Semarang juga wajib masuk daftar persinggahan berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Apa 10 makanan khas Purbalingga yang jadi favorit, wajib coba yang paling recommended?
Kalau harus pilih tiga yang paling worth it dicoba: Soto Kriyik Bu Karsini karena unik dan susah ditemukan di luar Purbalingga, Gecot Pak Sis karena sambalnya benar-benar beda dari sambal kacang biasa, dan Nopia sebagai oleh-oleh yang tahan perjalanan dengan proses pembuatan yang nggak biasa. Es Durian Pak Kasdi juga masuk daftar wajib kalau kamu datang di musim durian.
Berapa kisaran budget makan untuk satu hari di Purbalingga?
Sangat terjangkau. Rata-rata makanan berat di warung lokal berkisar Rp15.000-Rp30.000 per porsi. Untuk satu hari dengan tiga kali makan plus jajan camilan dan oleh-oleh, budget Rp100.000-Rp150.000 per orang sudah cukup longgar.
Apa oleh-oleh makanan khas Purbalingga yang paling awet untuk dibawa pulang?
Nopia dan jipang kacang gula merah adalah dua pilihan terbaik untuk oleh-oleh yang tahan perjalanan. Keduanya tidak mudah remuk, nggak perlu kulkas, dan bisa bertahan beberapa hari. Tempe mendoan bisa dibawa tapi harus dimakan hari itu juga, jadi lebih cocok sebagai bekal perjalanan daripada oleh-oleh.
Kapan waktu terbaik untuk wisata kuliner di Purbalingga?
Pagi sampai siang adalah waktu terbaik, karena banyak warung legendaris yang buka dari jam 08.00-09.00 dan sering kehabisan sebelum sore. Kalau mau makan malam, Sate Blater Pak Indra dan Gecot Pak Sis buka sampai malam dan bisa jadi andalan.
Purbalingga memang bukan destinasi kuliner yang sering masuk headline, tapi justru itu yang bikin pengalaman makannya terasa lebih jujur. Warung-warung di sini nggak perlu viral dulu buat tetap ramai, dan itu biasanya tanda yang bagus. Kalau kamu sedang menyusun rute kuliner Jawa Tengah yang lebih lengkap, cek juga makanan khas Jogja sebagai pembanding kota tetangga yang punya karakter rasa cukup berbeda.